minum

Diposting oleh Zul Senin, 22 Maret 2010

Liputan6.com, Surabaya: Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar, Sulawesi Selatan, 23-27 Maret 2010 diminta mengagendakan pembahasan mengenai konflik yang terjadi di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). "Kalau memang NU memiliki kepedulian terhadap PKB maka konflik yang terjadi di tubuh PKB ini harus dibahas di dalam muktamar," kata salah satu Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB Effendi Choirie di Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/3).

Menurut dia, NU tidak boleh tinggal diam melihat konflik yang terjadi di tubuh partai politik berlambang jagat itu. "NU harus bertanggung jawab karena yang mendirikan PKB," kata anggota Komisi I DPR itu. Pihak yang bisa mengendakan pembahasan konflik PKB di muktamar adalah Komisi Rekomendasi. "Komisi Rekomendasi ini yang sangat memungkinkan membahas masalah PKB," ucap Gus Choi, demikian sapaan akrab Effendi Choirie.

Apa pun hasilnya, imbuh dia, PKB harus menerimanya. "Mau islah atau dibubarkan, semua pengurus PKB harus menerimanya karena NU yang mendirikan partai ini," kata Gus Choi usai mengikuti rombongan Komisi I menemui Gubernur Jatim Soekarwo itu. Kendati demikian, dia berharap NU bersedia membantu upaya islah di tubuh PKB. "Setidaknya bisa memfasilitasi upaya islah itu," tuturnya berharap.

Ia menambahkan, kalaupun Muktamar NU tidak mengagendakan pembahasan konflik, pihaknya minta Pengurus Besar NU yang akan datang turun tangan. "Kami berharap, pengurus NU yang baru nanti bisa menengahi persoalan yang terjadi di tubuh PKB," kata Choirie.

Rencananya, besok, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka Muktamar ke-32 NU di Celebes Convention Center (CCC) Makassar. Untuk pengamanan akan diterjunkan 2.000 personel TNI dan kepolis

0 Responses to minum

Posting Komentar